Cerita Inspiratif Pencuri menjadi Penasehat Istana – Dibawah ini adalah sebuah cerita inspiratif perjuangan yang berjudul pencuri menjadi penasehat istana. Awalnya saya mendengar dalam acara televisi keagamaan. Kemudian saya simak, ternyata menarik untuk di dengar, sehingga saya coba menginterpretasikannya kembali dalam sebuah tulisan disini. Semoga cerita ini penambah khazanah dalam kehidupan untuk berbuat baik.

Ada seorang pemuda yang memiliki orangtua yang terpandang di wilayahnya. Kita sebut saja namanya si Pulan. Si Pulan ini ini nampaknya tidak bisa melakukan apa-apa yang bersifat skill. Kehidupannya yang megah membuat terpedaya oleh banyaknya harta dari orangtuanya. Singkat cerita, si Pulan ini di usir oleh kedua orangtuanya tanpa diketahui sebab dan akibatnya, dengan tanpa di bekali sepeserpun uang untuk makan sehari-harinya dan pakaian juga.

Hari demi hari berusaha untuk mencari makan, dengan tidak memiliki keahlian untuk kerja, apa yang bisa perbuat pemuda ini. Perut yang lapar dan tenggorokan haus tak berdaya. Suatu ketika terlintaslah di pikirannya, ia duduk di sebelah pohon dengan melihat pemandangan istana yang megah dan pemukiman penduduk di malam hari. Kemudian dalam pikirannya, di dalam istana megah itu pasti banyak sekali barang-barang berharganya, emas, kepingan uang, dan perabotan mewah.

Si Pulan ini berfikir untuk mencuri apa yang ada di dalam istana itu, dengan cara menyamar sebagai prajurit. Dia mempersiapkan wadah busur yang dimasukkannya tanah dalam wadah itu seperti layaknya seorang prajurit istana, dan berpakain bak seperti orang dalam istana. Dengan mengindik-indik pemuda ini masuk dalam gerbang dan masuk ke istana. Tanpa disadari dia masuk dalam sebuah kamar, ternyata kamar itu adalah kamar seorang Raja istana megah itu yang sedang tertidur.

Pemuda ini pelan-pelan ia memeriksa barang yang mau dicurinya, seluruh barang yang ia curi dimasukkan kedalam karung. Di atas meja dalam kamar raja itu, pemuda ini melihat air dalam mangkok besar sambil ia berkaca dalam air itu sehingga dia kehausan ingin meminum air dalam mangkok besar tersebut tanpa mengangkat mangkok itu alias membungkukkan badannya ke dalam mangkok bear itu.  ketika ingin meminum air itu, tanah yang ia masukkan dalam wadah busur tumpah perlahan-lahan yang tanpa di sadari ia meminum air dengan tanah yang ia bawa. Kemudian dia sadar, yang diminumnya air itu bercampur dengan tanah, kemudian dituangkanlah semua tanah yang ada dalam wadah busur itu sampai ia kekenyangan minum.

Baca juga:

Perut pemuda ini kenyang sesudah ia minum air bercampur dengan tanah. Kemudia ia berfikir sejenak dan merenungkan apa yang sudah ia lakukan: saya dengan minum air bercampur dengan tanah saja sudah kenyang, lantas untuk apa saya mencuri? Tuturnya. Satu persatu barang yang ia masukkan kedalam karung ia keluarkan dan meletakkan di tempat semula tanpa merubah sedikitpun posisi yang ia letakkan barang itu. Gerak-gerik pemuda ini terdengar oleh telinga raja, sehingga raja terbangun akan tetapi ia biarkan pemuda ini mengambil dan memasukkan apa yang ada dikamar. Maka, keluarlah pelan-pelan pemuda ini dari kamar dan dari istana juga.

Keesokan harinya, sang raja memerintahkan kepada prajurit untuk mencari pencuri yang semalem masuk ke kamar saya. Singkat cerita, prajurit menangkap pemuda itu dan menghadap kepada raja. Raja mengatakan ia terharu atas apa yang ia lakukan dimalam waktu itu, sehingga sang raja mengangkatnya sebagai penasehat istana dalam kerajaan itu.

Sebagai penutup, ini literasi saja apa yang penulis lihat dan dengar dalam acara keagamaan di televise itu. Bila ada tutur kata yang salah atau ada kesamaan cerita, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya. Karena penulis juga masih amatiran dalam menulis, ini hanya untuk pembelajaran bagi saya sendiri. Tapi dari cerita ini penulis tahu pesan yang terdapat dalam cerita singkat ini, bahwa dalam setiap diri manusia memiliki kebaikan sesuai dengan porsinya. Bila orangtua mendidik anak baik, maka hasilnya akan baik juga, akan tetapi bila orangtua mendidik anaknya tidak baik, maka hasilnya tidak baik juga. Tapi tidak ada toh di dunia ini orangtua yang mendidik anaknya salah. Semoga kita semua termasuk yang baik-baiknya. aamiin