Kisah Kerja Keras Qorun dan Kesombongannya – ini sebuah kisah seorang Qorun di masa Nabi Musa AS yang super pekerja keras, karena kesuksesannya Qorun menjadi sombong. Patut kita contoh dari kegigihannya akan tetapi kesombongannya dan murka kepada Allah SWT jangan yah! semoga cerita ini bisa memilah milih dari positifnya dan negatifnya.

Sebuah cerita di zaman Nabi Musa AS. Namanya Qorun yang lupa atas apa yang ia dapat. Qarun mengatakan bahwa harta yang dimilikinya berasal dari jerih payahnya. Padahal modal dari kerja kerasnya dari Nabi Musa AS. Dari emas batu kecil, Qorun sampai lupa dari mana hartanya berasal.

Yuk, kita coba flashback ke belakang, dari cerita dahulu semoga ini menjadi barometer patut di contoh atau tidak dari cerita ini. Sebuah cerita di zaman para nabi, tepatnya pada zaman nabi Musa AS. Hiduplah seorang manusia dengan keluarganya yang hidup miskin, sampai anak-anaknya menangis karena kelaparan, baju yang dikenakan pun hanya yang menempel di badan. Dia adalah yang kita sebut dan terkenal sampai saat ini Namanya adalah Qorun.

Baca juga: Puisi Cinta tentang Batas Badai

Qorun kan orangnya yang sombong dan banyak harta? Saya jawab iya. Kok, ceritanya memang Qorun dulunya orangnya miskin sampai tidak punya apa-apa? Saya jawab iya. Sampai ajalnya ia tertelan kebumi beserta harta-hartanya? Saya jawab, iya. Saya melihat cerita Qorun ini pada waktu tanpa sengaja saya melihat video animasi yang bercerita di facebook. Waktu dan tanggal saya lupa. Tapi saya coba interpretasikan lewat Bahasa yang saya gunakan sebagai bahan belajar literasi. Mari kita mulai dengan ceritanya. Di simak yah! Kalau ada kesalahan kalimat atau alur cerita saya mohon minta maaf dan maklum karena masih belajar. Mohon diluruskan yah!

Suatu ketika Nabi Musa AS berkunjung kerumah Qorun dengan melihat situasi didalam rumah yang menyedihkan, keluarga yang kelaparan, tangisan anak-anak yang tak terhindarkan karena perut mereka kosong. Nabi Musa AS, memberikan suatu modal keterampilan untuk berwirausaha, Nabi mengajarkan Qorun, memberikan pengetahuan suatu ilmu. Dan kemudian Qorun dengan gigihnya, semangatnya terus belajar dari Nabi Musa AS. Dibekali sedikit emas untuk diberikan modal Qorun.

Tak terasa waktu berlalu, kehidupan Qorun pun membaik dan meningkat kesejahteraannya. Sampai hartanya melimpah. Kehidupan keluarganya pun terjamin. Sampai hartanya pun di pinjamkan bagi mereka yang membutuhkan. Terlena oleh harta kekayaannya, Qorun menjadi-jadi, harta yang ia pinjamkan harus dikembalikan, kalua tidak dikembalikan dia merampas seluruh harta dari orang yang meminjamkannya, rumah beserta isinya.

Sahabat Nabi Musa AS pun mengingatkan dan mengutus pengikut nabi untuk membayar zakat dari hartanya atau penghasilannya. Akan tetapi Qorun bertolak belakang apa yang diperintahkan oleh nabi Musa melalui dua utusannya ke Qorun. Di sela-sela Iringan tandu yang ditumpangi Qorun, lewatlah Nabi Musa AS yang mengingatkan langsung kepada Qorun untuk membayar zakat dari hartanya. Jelas, Qorun tidak berubah dengan sifatnya yang sombong banyak harta.

Baca juga: Belajar Tanpa Sekolah Memberikan Ide bagi Anak-anak

Melihat istana Qorun yang harta melimpah, semua terbuat dari emas. Istana Qorun pun goyah bak diterjang gempa. Qorun yang kebingungan dan mengkhawatirkan seluruh hartanya berlari kesana kemari menyelamatkan hartanya. Akan tetapi pekerja istana tidak menggubris, malah menyelamatkan dirinya masing-masing. Istananya pulan pelan-pelan runtuh, tiang roboh, hartanya pun atau emas yang ia kumpulkan amblas ke tanah seperti ditelan bumi. Dan semuanya hancur apa yang dimiliki oleh Qorun.

Ini adalah peringatan untuk kita semua dari cerita Qorun. Ngeri kan kalau ceritanya tertimpa ke kita. Na’udzubillahi Min Dzalika. Wa Allahu A’lam bis showab. Saya mohon maaf bila ada kesalahan cerita, ini tidak disengaja. Ini sebagai pembelajaran dalam menulis cerita bagi saya sendiri. Semoga menjadi contoh bagi kita semua. Sampai ketemu lagi dengan cerita-cerita yang lainnya yah

Baca juga: Neoliberalisme Berkedok Globalisasi