Mengelola Content Document MS. Word 2010 – Selanjutnya adalah kita akan bahas cara mengelola content dokumen pada Microsoft word 2010.

Baca juga: Menjelajah Document dengan Mouse dan Keyboard

  1. Memformat Teks
  2. Memformat Huruf

Secara default, Ms Word menggunakan jenis huruf / font Calibri yang berukuran 11 point. 1 point setara dengan 1/72 inchi. Namun kita diperkenankan untuk mengatur atribut huruf tersebut sesuai dengan keinginan kita. Adapun atribut yang bisa kita atur antara lain:

  1. Jenis huruf (Calibri, Arial, Cambria, Times New Roman, dll)
  2. Ukuran huruf
  3. Style huruf (Bold/Tebal, Italic/Miring, Normal)
  4. Warna huruf
  5. Garis bawah
  6. Efek huruf (Superscript, subscript, dll)
  7. Word Art
  8. Bentuk huruf (huruf kapital semua, huruf kecil semua, dll)
  9. Jarak antar karakter (spasi)
  10. Drop Cap
  11. Ligature (seni style teks)

Berikut ini cara mengatur atribut tersebut:

  1. Seleksi / blok teks yang akan diformat hurufnya
  2. Pada tab Home, group Font, lakukan pengaturan atribut sesuai dengan yang kita inginkan.

Atau untuk pengaturan lebih lanjut, pilih launcer (ikon panan pada kanan bawah) pada group font atau tekan CTRL + D

Atau klik kanan teks tersebut maka akan muncul menu popup, pilih Font.

  1. Pada jendela font dialog, lakukan pengaturan sesuai dengan yang kita inginkan.
  2. Jika sudah, klik OK.

Efek Huruf

  • Strikethrough (efek garis pada tengah huruf)

 Subscript (efek huruf diperkecil dan diletakkan dibawah garis huruf normal)

 Superscript (efek huruf diperkecil dan diletakkan diatas garis huruf normal)

WordArt

Berbeda dengan versi Ms Word sebelumnya, WordArt pada Ms Word 2010 dibuat mirip dengan WordArt pada Ms Powerpoint. Kita tinggal memilih jenis WordArt yang kita sukai atau jika kurang sesuai, kita bisa mengkustomisasi Outline, Shadow, Reflection, atau Glownya.

Bentuk Huruf

Untuk membuat teks judul, umumnya huruf pertama masing-masing kata adalah huruf kapital. Kita bisa membuat format teks tersebut dengan otomatis yaitu dengan memanfaatkan fitur Change Case. Ada lima bentuk huruf yang disediakan yaitu: Sentence case (teks kalimat normal/huruf kapital diawal kalimat), lower case (huruf kecil semua), upper case (huruf kapital semua), Capitalize Each Word (huruf kapital pada huruf pertama masing-masing kata/untuk judul), Toggle Case (huruf kecil pada huruf pertama masing-masing kata/kebalikan judul).

Drop Cap

Di koran atau majalah kita sering kita melihat penggunaan drop cap atau sebuah huruf yang ukurannya besar diawal sebuah artikel.

Word memungkinkan kita membuatnya dengan mudah. Yaitu pada tab Insert, group Text, pilih Drop Cap.

Ligature

Merupakan fitur baru Ms Word 2010. Ligature adalah typography (seni styling teks) di Ms Word yang memungkinkan kita membuat teks atau huruf menjadi berekor atau mempunyai efek tertentu. Ligature bisa dimplementasikan jika jenis hurufnya memang support open type ligature. Secara default ligature tidak diaktifkan.

Cara mengaktifkan ligature:

  1. Pada jendela Font, pilih tab Advanced
  2. Pada Ligature, pilih All
  3. Selesai

Pada contoh diatas, untuk kata “Test” terlihat bahwa huruf “s” dan “t” tersambung, inilah yang dimaksud efek ligature.

Dengan menggunakan font tertentu dan beberapa pengaturan, kita bisa membuat efek ligature yang bagus. Contoh:

Caranya: gunakan jenis huruf / font : Gabriola, lalu pilih Stylistic sets: 6

  1. Memformat Paragraf

Paragraf sebagaimana mana yang kita tahu merupakan kumpulan dari beberapa kalimat dalam satu blok. Pengaturan format paragraf meliputi: perataan atau alignment, spasi, indentasi, tab, dan hypenation.

Alignment

Kita bisa melakukan pengaturan alignment atau perataan teks pada suatu paragraf, yaitu dengan rata kiri, kanan, tengah atau rata kiri dan kanan. Caranya:

  1. Seleksi paragraf yang akan diformat alignment-nya
  2. Pada tab Home, group Paragraph, pilih salah satu alignment

Masih berkaitan dengan alignment, pada Ms Word terdapat fitur hyphenation yang berfungsi melakukan pemenggalan otomatis terhadap suatu kata jika diperlukan.

Pada gambar di atas, teks pada paragraf pertama tidak menggunakan hyphenation, sedangkan pada paragraf kedua menggunakan hypenation. Terlihat bahwa kata “document” pada paragraf kedua dipenggal menjadi “doc-ument”.

Cara mengaktifkan fitur ini yaitu: pada tab Page Layout, group Page Setup, pilih Hyphenation, kemudian pilih Automatic.

Indentasi

Indentasi digunakan untuk mengatur posisi dan batas teks suatu paragraf. Secara umum ada 4 jenis indentasi:

– First Line Indent : digunakan untuk mengatur baris pertama dari suatu paragraf.

– Hanging Indent : digunakan untuk mengatur baris selanjutnya dari suatu paragraf

– Left Indent : digunakan untuk mengatur batas kiri suatu paragraf

– Right Indent : digunakan untuk mengatur batas kanan suatu paragraf

Pada prakteknya Hanging Indent sama dengan Left Indent.

Ada beberapa cara untuk mengatur indentasi suatu paragraf, yaitu:

– Gunakan tombol indentasi sebagaimana ditunjukkan pada gambar diatas yaitu dengan menggeser posisi tombol tersebut dengan mouse kekiri atau kekanan.

– Atau gunakan tombol indentasi di menu ribbon, tab Home, tab Paragraf, klik tombol Decrease dan Increase Indent

– Atau klik menu launcer pada tab Home, group Paragraph

Pada jendela paragraph, lakukan pengaturan pada bagian Indentation:

Berbeda dengan alignment paragraf yang mengatur perataan suatu paragraf, tab berfungsi untuk mengatur perataan suatu teks pada suatu paragraf. Misalnya pada kasus seperti gambar dibawah ini:

Caranya, gunakan tombol tab pada keyboard untuk memisahkan antara teks “Kepala Pusat,” dengan teks “Sekretaris”, bukan dengan menggunakan tombol spasi J. Karena ketika kita menekan tombol spasi maka kursor akan begerak satu karakter ke kanan, padahal lebar suatu karakter berbeda-beda tergantung jenis hurufnya sehingga untuk membuat perataan teks, penggunaan spasi tidak cocok. Adapun tombol tab, menggerakkan kursor bukan berdasarkan karaker namun berdasarkan ukuran panjang yang pasti. (cm/inchi tergantung pengaturan). Panjang tab ini disebut sebagai tab stop (defaultnya 0,27 cm).

Ø Jenis-jenis Tab

Kaitannya dengan tab stop ini, ada lima jenis perataan tab yaitu:

– Left Tab: mengatur posisi rata kiri suatu teks

– Center Tab: mengatur posisi rata tengah suatu teks

– Right Tab: mengatur posisi rata kanan suatu teks

– Decimal Tab: ?

– Bar Tab: membuat Left Tab dengan garis vertikal

Dalam satu baris teks dimungkinkan untuk mengatur lebih dari satu tab stop dan jenis tab. Misalnya untuk membuat format kolom dan baris tanpa tabel.

Tab stop ditandai dengan garis hitas pada ruler (penggaris) horizontal. Lebih jelasnya lihatlah pada gambar berikut:

Keterangan:

A = Bar Tab

B = Left Tab

C = Center Tab

D = Right Tab

Ø Mengatur Tab

Ada dua cara mengatur tab:

  1. Pilih jenis tab dengan cara mengklik ikon tab di pojok kiri atas
  2. Klik horizontal ruler untuk mengatur tab stop
  3. Geser ke kanan atau ke kiri sesuai dengan yang diinginkan

Atau

  1. Pada tab Home atau Page Layout, klik menu launcher Paragraph.
  2. Pada bagian bawah jendela paragraph, klik tombol Tabs.
  3. Pada jendela Tabs, masukkan pengaturan tabs.

Masukkan panjang tab / tab stop pada kolom tab stop position, kemudian tentunkan jenis tab pada Alignment, tentukan juga Leader (karakter untuk mengisi spasi kosong), kemudian klik tombol Set.

  1. Ulangi langkah nomor 3 untuk melakukan pengaturan tab selanjutnya.
  2. Adapun tombol Clear dan Clear All fungsinya untuk menghapus pengaturan tab.

Mengatur Spasi

Spasi yang dimaksud disini meliputi spasi atau jarak antar baris (line spacing) dan spasi antar paragraf spacing. Satuan ukuran yang digunakan pada spasi adalah pt atau point, satu point setara dengan 1/72 inchi.

Spasi Baris

Untuk melakukan pengaturan spasi baris, caranya:

  1. Seleksi teks yang akan diformat
  2. Pada tab Home, group Paragraf, klik ikon panah atas bawah (Line and Paragraph Spacing), pada menu yang muncul pilih salah satu nilai (1.0 atau 1.15 atau 1.5 dst)
  3. Untuk pengaturan lebih lanjut klik menu Line Spacing Options
  4. Selesai.

Spasi Paragraf

Spasi paragraf merupakan jarak antara paragaraf dengan paragaf sebelum dan sesudahnya. Cara mengaturnya:

  1. Seleksi paragaraf yang akan diformat
  2. Pada tab Page Layout, group Paragraph, kemudian pada bagian Spacing, tentukan kolom before dan after. Before yaitu jarak antar suatu paragraf dengan paragraf sebelumnya, sedangkan after yaitu jarak antar suatu paragraf dengan paragraf sesudahnya.
  3. Atau bisa juga dengan mengklik ikon launcer di kanan bawah.
  4. Tips Trik

Untuk mencoba suatu fitur khususnya yang berkaitan dengan formatting, kita menggunakan teks dummy atau teks asal. Beberapa orang membuat teks dummy dengan mengetik di keyboard dengan cepat tanpa melihat, beberapa lagi memilih mengcopy dari dokumen lain atau internet.

Sepertinya pengembang Word (Microsoft) memahami akan hal ini, oleh karena itu dibuatlah fitur untuk menggenerate teks dummy. Yaitu dengan mengetikkan teks2 berikut lalu tekan enter makan teks dummy akan degenerate otomatis.

LOREM

Hasilnya

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Maecenas porttitor congue massa. Fusce posuere, magna sed pulvinar ultricies, purus lectus malesuada libero, sit amet commodo magna eros quis urna.

Nunc viverra imperdiet enim. Fusce est. Vivamus a tellus.

Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas. Proin pharetra nonummy pede. Mauris et orci.

RAND

=rand([x],[y])

Dimana x=jumlah paragraph, dan y = jumlah baris minimal pada setiap paragraph

On the Insert tab, the galleries include items that are designed to coordinate with the overall look of your document.

You can use these galleries to insert tables, headers, footers, lists, cover pages, and other document building blocks.

  1. Mengatur Layout Halaman

Layout halaman merupakan tata letak halaman dalam sebuah dokumen yang bisa kita atur sesuai dengan keinginan kita. Meliputi: margin, orientasi, ukuran, kolom dan break.

  1. Margin

Margin merupakan jarak antara area utama konten dengan batas kertas.

Kita bisa melakukan pengaturan margin, caranya:

  1. Pada tab Page Layout, group Page Setup, pilih Margin
  2. Pada menu yang muncul, pilih salah satu pengaturan margin yang telah disediakan. Namun jika menginginkan lain, maka pilih Custom Margin…
  3. Pada jendela Page Setup, lakukan pengaturan pada bagian Margin

Top menunjukkan margin atas, left adalah margin kiri, dst. Adapun Gutter menunjukkan jarak untuk keperluan penjilidan dokumen, lebih jelaskan lihatkan gambar berikut yang ditunjukkan oleh angka 1.

Secara default nilai gutter adalah 0. Untuk gutter position tergantung jenis page atau halaman yang digunakan. Pada page normal ada dua opsi yaitu left (kiri) dan top (atas). Adapun gambar diatas menggunakan setting page buku yaitu Mirror Margin, maka gutter Page 51 of 187

positionnya secara default akan dinonaktifkan atau disable karena diasumsikan posisi gutternya ada ditengah.

  1. Lalu pada bagian Apply to, pilih whole document agar pengaturan ini berpengaruh pada semua halaman dalam dokumen tersebut.
  2. Ukuran

Ukuran yang dimaksud disini adalah ukuran kertas yang digunakan. Apakah A4, Folio, Legal, Letter, dsb. Caranya:

  1. Pada tab Page Layout, group Page Setup, Pilih Size,
  2. Pada menu yang muncul pilih salah satu ukuran kertas
  3. Atau pilih More Paper Size untuk melakukan pengaturan manual.
  4. Orientasi

Orientasi atau sudut pandang dokumen berkaitan dengan pengaturan ukuran kertas. Umumnya ukuran kertas memiliki panjang dan lebar yang berbeda, oleh karena itu diperlukan pengaturan orientasi. Ada dua jenis orientasi yaitu : Portrait (Vertikal) dan Landscape (Horizontal). Caranya:

  1. Pada tab Page Layout, group Page Setup, pilih Orientation
  2. Pada menu yang muncul pilih salah satu jenis orientasi
  3. Kolom

Secara default, Ms Word menampilkan teks dalam satu kolom, namun kita bisa menampilkan suatu teks paragraf dalam beberapa kolom sebagaimana yang biasa digunakan pada majalah atau koran. Dalam satu halaman dimungkinkan untuk diformat dalam dua (atau lebih) pengaturan kolom.

Caranya:

  1. Seleksi teks paragraf yang akan diatur kolomnya
  2. Pada tab Page Layout, group Page Setup, pilih Columns
  3. Pada menu yang muncul, pilih jumlah kolom yang diinginkan, misalnya 2, maka pilih Two.
  4. Atau untuk pengaturan lebih lanjut, pilih More Columns

Untuk memaksa suatu teks kata atau kalimat berpindah ke kolom selanjutnya, gunakan menu Breaks > Column

  1. Memahami Section Dokumen

Pernahkah Anda melihat sebuah dokumen Word yang memiliki format orientasi dokumen yang berbeda misal halaman pertama vertikal dan halaman kedua horizontal?, atau pernahkan Anda menjumpai format page number yang berbeda terutama pada karya tulis yaitu halaman kata pengantar, daftar isi, daftar gambar menggunakan format huruf romawi kecil, sedangkan halaman isi menggunakan format angka?

Itulah implementasi dari section, sebuah istilah yang cukup penting berkaitan dengan pengaturan layout dokumen. Section membagi sebuah dokumen menjadi beberapa bagian yang mana masing-masing bagian bisa kita atur layoutnya secara berbeda. Sebuah dokumen Ms Word minimal memiliki satu section.

Membuat Section Baru

Untuk membuat section baru gunakan menu ribbon tab Page Layout | Breaks (pada group Page Setup) | pilih salah satu dari Section Breaks, misal pilih Next Page artinya section baru akan diimplementasikan pada halaman berikutnya.

Untuk melihat apakah kita berhasil membuat section caranya adalah double klik header dokumen halaman kedua.

Tampak bahwa dua halaman tersebut memiliki section yang berbeda.

Studi Kasus 1 : Mengatur Orientasi Yang Berbeda Antar Halaman

Letakkan kursor pada section kedua, lalu pada menu ribbon tab Page Layout | pilih menu launcer (pojok kanan bawah) pada group Page Setup:

Atur orientasi halamannya menjadi landscape, dan pastikan orientasi ini diaplikasikan hanya untuk section tersebut.

Hasilnya:

Studi Kasus 2 : Mengatur Page Number Yang Berbeda Antar Halaman

MEMBUAT PAGE NUMBER SECTION 1 (ROMAWI KECIL)

Caranya: arahkan kursor ke footer pada halaman pertama section 1, lalu pada menu ribbon pilih tab Insert | Page Number | lalu pilih Page Number yang sesuai. Misal pilih Plain Number 2

Hasilnya

Karena secara deafult masih menggunakan format angka, maka ubah menjadi format romawi kecil, caranya: pada menu ribbon tab Design, pilih Page Number | Format Page Numbers

Lalu pilih number format yaitu romawi kecil, dan start at i

Hasilnya

MEMBUAT PAGE NUMBER SECTION 2 (ANGKA)

Caranya: arahkan kursor ke footer pada halaman pertama section 2,

Format page number halaman ini mengikuti page number section sebelumnya, karena demikianlah defaultnya. Untuk mengatur agar berbeda dengan format sebelumnya maka hilangkan keterangan same as previous. Caranya: pada menu ribbon tab Design, matikan Link to Previous

Lalu lakukan format Page Number

Hasilnya

Studi Kasus 3 : Menghitung Total Halaman dalam Satu Section

Gunakan Quick Parts.

Lalu pilih Section untuk menampilkan section, atau SectionPages untuk menampilkan Halaman Section

  1. Menggunakan Bullets dan Numbering

Bullets dan Numbering ini fungsinya adalah untuk membuat daftar teks dalam bentuk menu.

  1. Bullets

Bullets yaitu daftar teks yang menggunakan ikon

Menggunakan Bullets Bawaan

Caranya:

  1. Seleksi teks yang akan dijadikan bullets
  2. Pada tab Home, group Paragraph, klik ikon Numbering
  3. Pilih salah satu jenis bullets yang tersedia

Contoh:

Mendefinisikan Bullets Sendiri

Kita juga bisa mendefiniskan bullets sendiri, misalnya menggunakan gambar pilihan kita sendiri. Caranya:

  1. Seleksi teks yang akan dijadikan bullets
  2. Pada tab Home, group Paragraph, klik ikon Numbering, lalu klik Define New Bullets
  3. Kita bisa menggunakan Symbol, Gambar, atau Font pilihan kita.
  4. Klik OK

Contoh:

Mengubah Level Bullets

Secara otomatis, Ms Word membuat leveling bullets. Maka kita bisa mengubah level bullets untuk membuat sub menu atau sub daftar. Caranya:

  1. Klik teks yang telah diformat bullet
  2. Klik menu Bullets
  3. Pilih Change List Level..
  4. Pilih level bullets, misal level 2.
  5. Maka teks yang diselect akan berubah menjadi level 2 atau dibawahnya.

Atau kita bisa menggunakan cara yang lebih cepat yaitu dengan memanfaatkan tombol Indentasi (decrease dan increase). Decrease Indent untuk menurunkan satu level, sedangkan Increase Indent untuk menaikkan satu level.

  1. Numbering

Numbering yaitu daftar teks yang menggunakan angka dan huruf.

Menerapkan Numbering

Caranya:

  1. Seleksi teks yang akan dijadikan Numbering
  2. Tab Home, group Paragraph, pilih ikon Numbering
  3. Pilih salah satu jenis Numbering yang tersedia
  4. Maka hasilnya:

Mengubah Level Numbering

Sama dengan bullets, disini kita bisa mengubah level Numbering

Caranya:

  1. Seleksi teks numbering yang akan diubah levelnya
  2. Pada tab Home, group Paragraph, pilih Numbering
  3. Change List Level
  4. Plih level tertentu, misalnya satu level dibawahnya:

Atau bisa juga dengan menggunakan tombol Indentasi

  1. Maka numbering teks akan berubah

Memodifikasi Multilevel Numbering

Secara default, Ms Word telah membuat aturan format level numbering sendiri. Namun kita bisa memodifikasinya sesuai dengan keinginan kita.

Misalnya pada numbering berikut:

Kita ingin mengubah numbering I. menjadi BAB I . Caranya:

  1. Seleksi teks numbering yang akan dimodifikasi
  2. Pada tab Home, group Paragraph, klik ikon Numbering
  3. Pada menu yang muncul, pilih Define New Number Format…
  4. Pada jendela yang muncul, kolom Number Format, tuliskan kata BAB didepan huruf romawi I.
  5. Lalu klik OK

Kita juga bisa memodifikasi format numbering pada level dibawahnya

Pada gambar numbering di atas, level ke dua kode numberingnya adalah huruf abjad kecil (lihat LATAR BELAKANG, SEJARAH, dst), kita bisa memodifikasi sesuai dengan keinginan kita, misalnya dari a. menjadi I. A. menyesuaikan dengan numbering level diatasnya. Caranya:

  1. Arahkan kursor mouse pada numbering diatas
  2. Pada tab Home, group Paragraph, klik ikon Multilevel List
  3. Lalu pada menu dropdown, pilih Define New Multilevel List…
  4. Pada jendela yang muncul,
  5. Pada bagian Click level to modify, pilih level numbering yang akan di modifikasi, yaitu level 2.
  6. Lalu pada bagian Numbering style for this level:, ubah menjadi huruf abjad kapital
  7. Arahkan kursor pada kolom Enter formatting for number, di sebelah kiri teks abjad.
  8. Kemudian pada Include level number from, pilih level 1
  9. Edit dan sesuaikan pada kolom Enter formatting for number,

Menjadi

  1. Klik OK

Dengan cara yang kita bisa memodifikasi numbering pada level berikutnya.

  1. Memformat Tabel

Ada beberapa cara untuk membuat tabel pada Ms Word selain dengan cara insert manual, yaitu:

  1. Menggambar Tabel
  2. Konversi Teks ke Tabel
  3. Tabel dari Ms Excel
  4. Quick Table
  5. Menggambar Tabel

Kita bisa membuat sebuah tabel dengan cara menggambarnya manual dengan mouse. Caranya:

  1. Pada tab Insert, klik tombol Tabel, lalu pilih Draw Tabel
  2. Maka kursor mouse akan beruah menjadi gambar pensil.
  3. Drag dan tarik untuk membuat sebuah sel

Maka jadi sebuah kolom

  1. Tambahkan kolom berikutnya dengan cara yang sama

dst.

  1. Berikut ini contoh hasilnya:

Jika telah selesai menggambar tabel, untuk mengembalikan kursor mouse ke mode normal caranya: Pada tab Desain, group Draw Borders, klik Draw Table.

Pada group Draw Borders diatas, kita bisa mengatur warna, ketebalan, dan model garis tabel yang akan kita gambar. Disamping itu juga ada fasilitas Eraser yaitu untuk menghapus sel pada tabel yang telah kita gambar sebelumnya.

  1. Konversi Teks ke Tabel

Suatu teks berpola kolom dan baris, bisa kita konversi menjadi sebuah tabel.

Misalnya untuk teks berikut:

Teks diatas memiliki pola kolom dan baris yaitu dengan delimiter antar sel adalah tanda titik koma “;”. Untuk mengkonversinya menjadi tabel caranya:

  1. Seleksi teks tersebut
  2. Pada tab Insert, pilih Table, kemudian Convert Text To Table…
  3. Pada jendela Convert Text to Table, bagian Separate text at, pilih Other, lalu ketikkan tanda titik koma “;” (tanpa tanda petik)
  4. Klik OK, Maka teks tersebut akan berubah menjadi tabel
  5. Tabel Dari Ms Excel

Kita bisa membuat tabel dengan meng-embed Ms Excel ke dalam dokumen Ms Word. Dengan cara ini maka tabel yang kita hasilkan akan memiliki kemampuan layaknya Ms Excel. Caranya:

  1. Tab Insert, group Tables, pilih Table,
  2. Pada menu yang muncul, pilih Excel Spreadsheet
  3. Maka akan muncul worksheet Ms Excel dalam dokumen Ms Word
  4. Kita bisa memasukkan data pada tabel secara manual atau dengan mengcopy dari dokumen Ms Excel lain.
  5. Kalau sudah selesai, arah kursor mouse keluar area worksheet ini.
  6. Selesai.

Untuk melakukan mengedit tabel ini caranya: klik kanan tabel, lalu pilih Worksheet Object > Edit

  1. Quick Tabel

Quick Tabel sebagaimana namanya adalah cara membuat tabel dengan cepat, yang dimaksud adalah langsung dengan format tampilannya. Caranya:

  1. Tab Insert, group Tables, pilih Table,
  2. Pada menu yang muncul, pilih Quick Table
  3. Lalu pada submenu yang muncul, pilih salah satu model tabel
  4. Selesai
  5. Perhitungan Sederhana pada Tabel

Ms Word memungkinkan kita menangani formula atau perhitungan sederhana sebagaimana yang dimiliki table Ms Excel.

Caranya:

  1. Arahkan cursor ke dalam cell tabel
  2. Pada menu ribbon, Tab Layout > Formula
  3. Pada jendela yang muncul, masukkan formula.

Perlakukan Tabel Ms Word Layaknya Worksheet Ms Excel

  1. Memformat Grafis

Dalam sebuah dokumen, kurang lengkap rasanya jika tidak menyertakan grafis baik dalam bentuk gambar, chart, maupun yang sejenisnya. Bagian ini akan menjelaskan tentang bagaimana cara memasukkan grafis ke dalam dokumen dan bagaimana mengaturnya sehingga menyatu dengan dokumen.

Semua tentang grafis ini, bisa kita jumpai pada tab Insert, group Illustrations

  1. Gambar

Memasukkan Gambar

Caranya:

  1. Tab Insert, pilih Picture
  2. Pada jendela Insert Picture, pilih file gambar yang ingin dimasukkan
  3. Selesai, gambar telah masuk ke dalam dokumen.

Memformat Gambar

Gambar yang dimasukkan tentunya perlu kita format atau atur agar lebih enak dipandang. Dalam hal ini Ms Word menyediakan fitur yang cukup lengkap untuk melakukan pemformatan gambar.

v Ubah Ukuran dan Sudut Pandang Gambar

Caranya:

  1. Klik pada gambar, maka pada sudut-sudut gambar akan muncul bulatan kecil yang berfungsi sebagai ikon untuk mengubah ukuran gambar. Adapun bulatan yang diatas untuk mengubah sudut pandang gambar.
  2. Drag lengkaran tersebut untuk mengubah ukuran gambar
  3. Gunakan bulatan diatas untuk mengubah sudut pandang gambar. Arahkan kursor ke bulatan, maka kursor akan berubah menjadi tanda panah melingkar, drag ke kanan atau ke kiri
  4. Selesai

v Mengcroping Gambar

Caranya:

  1. Klik gambar
  2. Pada tab Format group Size, pilih tombol Crop, lalu klik menu Crop
  3. Maka pada bulatan kecil pada sudut gambar akan berubah menjadi tanda garis dan siku
  4. Drag tanda garis dan siku disudut gambar untuk melakukan cropping
  5. Klik pada area kosong diluar gambar, maka gambar akan tercrop.

Ms Word 2010 juga memfasilitasi Crop To Shape atau mengcrop suatu gambar menjadi bentuk shape tertentu.

Misal kita pilih shape gambar awan, maka gambar akan berubah sebagai berikut:

v Menghapus Background Gambar

Dengan Ms Word, kita juga bisa menghapus background atau latarbelakang gambar. Caranya:

  1. Klik gambar
  2. Pada tab Format group Adjust, pilih Remove Background
  3. Maka gambar akan nampak seperti berikut:

Area warna merah muda adalah area yang akan dihilangkan atau Ms Word menganggapnya sebagai background, atur area ini dengan cara mendrag bulatan kecil.

  1. Gunakan menu pada tab Background Removal jika masih ada area kurang tepat.
  2. Jika sudah, klik Keep Changes pada tab Background Removal.

v Menambahkan Style pada Gambar

Caranya:

  1. Klik gambar
  2. Pada tab Format group Picture Styles, pilih salah satu style.
  3. Selesai.

v Menambahkan Efek Seni pada Gambar

Caranya:

  1. Klik gambar
  2. Pada tab Format, group Adjustment, klik Artstic Effects, lalu pilih salah satu efek.
  3. Selesai.

v Mengatur Posisi Gambar Pada Teks

Caranya:

  1. Klik gambar
  2. Pada tab Format, group Arange, klik tombol Position atau Wrap Text, kemudian pilih salah satu posisi gambar yang diinginkan.
  3. Selesai

Optimasi Ukuran File Gambar

Ketika kita memasukkan sebuah gambar ke dalam dokumen kita, maka besar file gambar adalah tetap sesuai dengan ukuran file aslinya, meskipun gambar tersebut telah kita perkecil ukurannya (dengan crop atau resizing) ataupun kita format. Oleh karena itu kita perlu mengoptimize gambar tersebut, caranya:

  1. Klik gambar yang akan diformat
  2. Pada tab Format, group Adjust, pilih Compress Gambar
  3. Pada jendela yang muncul, atur sebagai berikut,
  4. lalu klik OK
  5. Shapes

Shape merupakan objek yang memiliki bentuk tertentu. Ms Word menyediakan berbagai shape yang bisa kita gunakan sesuai keinginan kita.

Memasukkan Shape

Caranya:

  1. Pada tab Insert, group Illustrations, klik Shapes,
  2. Pada menu shape, pilih salah satu jenis shape.
  3. Drag pada dokumen

Menggunakan Drawing Canvas

Jika kita ingin menggabungkan beberapa shape, maka kita sebaiknya menggunakan Drawing Canvas, agar shape kita tidak terpisah-pisah. Caranya:

  1. Pada tab Insert, group Illustration, pilih Shape
  2. Kemudian klik menu New Drawing Canvas
  3. Maka sebuah canvas akan muncul pada dokumen kita. Pada canvas atau bingkai inilah kita akan memasukkan dan mendesain shape
  4. Masukkan beberapa shape, dan mulailah merangkainya menjadi bentuk baru
  5. Jika sudah, aturlah area canvas mengikuti area gambar
  6. Klik area kosong diluar canvas. Selesai

Memformat Shape

Hampir sama dengan gambar, kita bisa memformat shape sesuai dengan keinginan kita. Yaitu melalui menu tab Format.

Pada tab Format ini ada beberapa group menu yang bisa kita gunakan:

  1. Insert Shapes

Melalui menu ini kita bisa menambahkan shape baru, dan mengubah jenis shape

  1. Shape Styles

Melalui menu ini kita bisa menerapkan style pada shape

  1. WordArt Style dan Text

Melalui menu ini kita bisa mengatur teks yang ada dalam shape.

Namun terlebih dahulu kita harus memasukkan suatu teks dalam shape, caranya: klik kanan shape, pada menu yang muncul pilih Add Text.

Tuliskan sebuah teks.

Silahkan diformat sesuai dengan yang diinginkan. Jika area text kurang lebar, maka caranya:

  1. Klik kanan shape
  2. Pilih Format Shape
  3. Pada jendela Format Shape, pilih tab Text Box
  4. Atur Internal margin menjadi nol.
  5. Selesai.
  6. Arrange dan Size

Fungsinya sama dengan penerapan gambar, yaitu arrange untuk mengatur posisi shape pada teks, sedangkan size untuk mengatur ukuran shape.

  1. Smart Art

SmartArt sebenarnya merupakan gabungan dari shape dan teks yang berpola tertentu (diagram). Fungsi SmartArt umumnya untuk menggambarkan suatu konsep tertentu seperti proses kerja, siklus, hirarki, atau hubungan.

Memasukkan SmartArt

  1. Pada tab Insert, group Illustrations, klik tombol Insert SmartArt Graphic
  2. Pada jendela yang muncul, pilih model SmartArt yang diinginkan
  3. Klik OK.

Memasukkan Text dan Atau Gambar ke dalam SmartArt

SmartArt bisa berisi teks saja atau gambar saja atau teks dan gambar sekaligus. Tidak semua model SmartArt mendukung gambar, hanya group model picture saja.

Untuk memasukkan sebuah teks, caranya:

  1. Klik pada SmartArt,
  2. Lalu klik teks [Text]
  3. Ketikkan teks yang ingin dimasukkan

Atau

  1. Klik pada SmartArt,
  2. Pada tab Design, group Create Graphic, pilih Text Pane
  3. Maka akan muncul panel text,
  4. Masukkan text
  5. Selesai

Untuk memasukkan sebuah gambar, caranya:

  1. Klik SmartArt
  2. Klik ikon gambar
  3. Pada jendela yang muncul, pilih gambar yang ingin dimasukkan, dan klik Insert
  4. Lakukan untuk gambar lainnya.
  5. Selesai.

Memformat SmartArt

Sama dengan gambar dan shape, kita bisa melakukan format SmartArt. Caranya dengan menggunakan menu-menu yang disediakan pada tab Design dan Format.

Design

Pada tab Design kita bisa mengubah layout, warna, style, posisi gambar dan text

Misal:

– Layout : tetap

– Warna: Colorful Range – Accent Color 3 to 4

– Style : Metalic Scene,

– Posisi gambar dan text : Right to Left

Berikut ini hasilnya:

Format

Pada tab Format kita bisa mengubah bentuk shape, format shape, dan ukuran shape. Disamping itu, kita juga bisa mengubah format serta posisi text.

  1. Chart

Chart digunakan untuk menyajikan data dalam bentuk gambar sehingga lebih mudah untuk dipahami. Ms Word menyediakan berbagai macam jenis chart yang bisa kita pilih dan format sesuai dengan keinginan kita.

Membuat Chart

Caranya:

  1. Pada tab Insert, group Illustrations, pilih Chart
  2. Pada jendela yang muncul, pilih salah satu model chart kemudian klik tombol OK
  3. Maka pada layar akan ditampilkan dua jendela yang saling berdampingan, yaitu Ms Word dan Ms Excel.

Data dari chart kita masukkan pada jendela Ms Excel, tampilan chartnya akan dimunculkan pada jendela Ms Word atau dokumen kerja kita.

  1. Masukkan data pada jendela Ms Excel
  2. Jika sudah, tutup jendela Ms Excel.
  3. Selesai

Memformat Chart

Ada 3 tab yang bisa kita gunakan untuk memformat chart, yang tergabung dalam Chart Tools, yaitu Design, Layout, dan Format.

v Tab Design

Tab ini digunakan untuk mengubah model chart, memilih dan mengedit data chart pada Ms Excel, serta mengubah style chart

v Tab Layout

Tab ini digunakan untuk :

  1. Menambahkan gambar, shape, dan teks
  2. Melengkapi atribut chart seperti judul, legend, label
  3. Memasukkan trendline

v Tab Format

Tab ini digunakan untuk mengubah format teks, format shape yang menyusun chart, serta posisi teks,.

  1. Header & Footer

Word juga menyediakan fitur untuk membuat header dan footer suatu halaman dalam dokumen. Perintah tersebut bisa kita dapati pada tab Insert | group Header & Footer. Anda bisa memilih model tampilan header / footer yang telah disediakan atau membuat sendiri.

Untuk tingkat lanjut misalnya membuat header dan footer yang berbeda pada setiap bab dokumen, maka sebaiknya Anda memahami section yang telah dibahas pada bagian sebelumnya serta memahami penggunakan quick part yang akan dibahas pada bagian selanjutnya.

  1. Menggunakan Konten Berulang

Word mengenalkan istilah baru yaitu Quick Part merupakan tool yang berfungsi untuk menambahkan komponen tertentu ke dalam dokumen dengan cepat. Komponen tersebut yaitu:

  1. Auto Text

Teks atau kalimat yang sering digunakan sebaiknya disimpan dalam Quick Part, agar jika suatu saat diperlukan, bisa ditampilkan kembali dengan cepat.

Menyimpan Teks ke Quick Part

  1. Select teks yang ingin disimpan, misal:
  2. Tab Insert | Quick Parts | Auto Text | Save Selection To Auto Text Galery

Menggunakan Auto Text

Tab Insert | Quick Parts | Auto Text, lalu pilih teks yang tersedia

  1. Document Property

Digunakan untuk memasukkan variabel property dokumen seperti: abstaksi, penulis, judul dokumen dll.

  1. Field

Hampir sama dengan document property, namun lebih lengkap lagi.

  1. Building Block Organizer

Fungsinya untuk mengelola galeri konten. Galeri konten bisa juga disebut sebagai model konten seperti model cover, model penomoran halaman, model header & footer, model watermark. Dengan adanya galeri konten ini maka jika dikemudian hari kita akan membuat konten tertentu maka kita cukup memanggil konten tersebut dari galeri konten. Konten dalam Galeri konten ada dua macam, yaitu built in (bawaan Ms Word) dan hasil tambahan dari user.

Menampilkan Building Block Organizer:

Pada menu ribbon, pilih tab Insert > Quick Parts > Building Block Organizer

  1. Mengontrol Format Dokumen
  2. Style

Style merupakan nama untuk sekumpulan pengaturan format paragraf, karakter, link, tabel dan list. Jenis-jenis style secara default telah tersedia, namun kita juga bisa memodifikasinya menjadi style yang baru. Keuntungan jika kita menggunakan style disamping mempercepat dalam memformat suatu dokumen, adalah membuat tampilan dokumen kita lebih konsisten.

Oleh karena itu, sebaiknya kita menggunakan fasilitas Styles ini untuk melakukan pemformatan suatu dokumen bukan dengan cara manual agar format dokumen kita mudah dikontrol.

Menerapkan Style Dokumen

Pada masing-masing style, kita bisa menggunakan atau mengatur (modifikasi) format dari masing-masing komponen suatu dokumen seperti Heading, Title, List Paragraph, dll.

  1. Seleksi teks yang ingin kita format
  2. Pilih salah satu komponen style dokumen, apakah teks tersebut sebagai Heading 1 atau 2, Title dsb.
  3. Lakukan langkah no 1 dan 2 diatas untuk memformat teks lain.
  4. Selesai.

Untuk lebih memudahkan, kita bisa menampilkan komponen style dokumen tersebut menjadi panel disebalah kanan area kerja. Caranya dengan mengklik tombol launcer di pojok kanan bawah group Styles tab Home. Atau ALT + CTRL + SHIFT + S

Memodifikasi Style Dokumen

Adakalanya komponen style yang disediakan kurang sesuai dengan yang kita inginkan, maka kita bisa memodifikasinya. Caranya:

  1. Klik kanan komponen style yang ingin diubah
  2. Pada menu dropdown, pilih Modify…
  3. Pada jendela Modify Style, lakukan modifikasi:
  4. Untuk pengaturan lebih lanjut, kita bisa klik tombol format, lalu pilih salah satu menu yang muncul.

Menambahkan Style Dokumen

Kita bisa membuat komponen style dokumen sendiri, caranya:

  1. Tulis suatu teks, lalu lakukan pengaturan format teks (misalnya: ukuran huruf, warna, ketebalan, jenis huruf, spasi, dsb)
  2. Seleksi teks yang telah diformat
  3. Pada tab Home, group Styles, klik tombol panah ke bawah di kanan bawah
  4. Pada menu yang muncul, klik Save Selection as a New Quick Style…
  5. Pada kolom Name, tuliskan nama stylenya.
  6. Klik OK, klik tombol Modify untuk melakukan pengaturan lebih lanjut.

Menghapus Style Dokumen

Kita bisa menghapus format dari suatu teks yang sudah diformat stylenya yaitu dengan cara:

  1. Arahkan kursor ke teks yang ingin dihapus format stylenya
  2. Pada tab Home, group Font, klik tombol Clear Formating

Memilih Style Set

Pada Ms Word 2010 tersedia 14 jenis style bawaan yang bisa kita gunakan, caranya:

  1. Pada tab Home, group Style, klik Change Styles
  2. Pada menu dropdown, pilih Style Sets
  3. Pada sub menu dropdown, pilih salah satu jenis style yang diinginkan.

Dengan menerapkan style pada dokumen, maka perubahan format dokumen akan sangat mudah. Kita tinggal memilih jenis style yang kita inginkan.

  1. Theme

Disamping style, Ms Word juga mengenal theme yaitu kumpulan pengaturan warna, huruf, dan efek dari dokumen, yang cakupannya lebih luas dibandingkan dengan style yang hanya fokus pada format teks. Secara default, telah tersedia banyak theme yang bisa kita gunakan sesuai dengan keinginan kita. Jika perlu, kita juga bisa mendownload theme di Internet atau memodifikasi theme

yang sudah tersedia. Adapun fitur theme ini bisa kita jumpai pada tab Page Layout, group Themes

Menerapkan Theme

Untuk menerapkan suatu theme pada sebuah dokumen, caranya:

  1. Pada tab Page Layout, goup Theme, klik Themes
  2. Pada menu theme, silahkan pilih salah satu theme yang diinginkan.

Memodifikasi Theme

Karena alasan tertentu, theme yang telah tersedia bisa kita modifikasi dan kemudian kita simpan sebagai theme baru yang bisa kita gunakan dikemudian hari. Caranya:

  1. Pada tab Page Layout, goup Theme, klik Themes
  2. Pada menu theme, silahkan pilih salah satu theme yang paling mendekati dari apa yang kita inginkan.
  3. Masih pada tab Page Layout, goup Theme, sebelah kanan Themes terdapat tombol Colors, Fonts, dan Effect. Lakukan pengaturan untuk ketiga komponen penyusun theme tersebut.
  4. Mengatur Colors atau kombinasi warna, kita bisa memilih kombinasi warna yang telah tersedia.

Atau juga bisa menentukan kombinasi sendiri, yaitu dengan memilih menu Create New Theme Colors

  1. Demikian juga untuk Fonts atau huruf, kita bisa memilih pengaturan huruf yang telah tersedia atau melakukan pengaturan sendiri dengan memilih Create New Theme Font
  2. Lakukan juga pengaturan efek, efek disini berkaitan dengan format grafik. Ada banyak pilihan efek yang bisa kita pilih.
  3. Setelah pengaturan ketiga komponen tersebut kita lakukan, maka kita bisa menyimpan hasil kustomisasi tersebut menjadi sebuah theme baru dengan cara mengklik menu Save Current Theme.
  4. Pada jendela Save Current Theme, masukkan nama theme baru kita, lalu klik Save.
  5. Maka theme kita akan muncul pada pilihan theme
  6. Template

Template merupakan dokumen yang mendefinisikan informasi tentang style dan skema warna teks dokumen serta berisi konten tertentu. Pada Word 2010, dokumen template disimpan dalam ekstensi .dotm atau .dotx. Setiap dokumen yang dibuat pasti berdasarkan template tertentu (default template Blank Document atau Normal.dotm).

Menggunakan Template

Untuk mempercepat dan memudahkan kita dalam membuat sebuah dokumen tertentu adalah dengan menggunakan template yang telah tersedia atau mengunduhnya jika kita memiliki koneksi internet.

Berikut ini langkah-langkahnya:

  1. Pada menu ribbon, pilih File > New
  2. Pilih sample templates
  3. Maka akan muncul template yang tersedia, pilih salah satu template yang diinginkan.
  4. Maka dokumen baru yang dihasilkan merupakan dokumen yang dibuat berdasarkan template yang kita pilih sebelumnya.

Membuat Template

Sebagaimana yang dijelaskan dimuka, bahwa template merupakan dokumen yang berisi kumpulan dari definisi style dan skema warna teks serta konten tertentu. Oleh karena itu pada dasarnya membuat sebuah template sama saja dengan membuat sebuah dokumen biasa hanya saja dokumen tersebut kita simpan dengan format .dotx atau dotm.

  1. Buat dokumen baru, File > New
  2. Pilih My templates, pada jendela New yang muncul, pilih opsi Template, lalu klik OK
  3. Lakukan pengaturan yang berkaitan dengan pendefinisian style teks dan heading, skema warna teks, dan konten tertentu.
  4. Setelah itu, simpan templat. File > Save, masukkan nama file template kita lalau tekan tombol Save.
  5. Selesai.

Mengaplikasikan Template

Pada Microsoft Word, memungkinkan kita untuk menerapkan template tertentu kepada sebuah dokumen. Sehingga untuk membuat sebuah dokumen, kita bisa fokus kepada kontennya saja, adapun template bisa diterapkan setelah konten jadi.

Berikut ini langkah-langkah untuk menerapkan sebuah template pada dokumen yang telah jadi:

  1. Buatlah sebuah dokumen baru
  2. Tulislah teks dummy
  3. Lalu pada tab Developer, group Templates, klik Document Template
  4. Pada jendela Template and Add Ins, Attach atau masukkan template yang ingin kita terapkan dengan cara mengklik tombol Attach
  5. Pada jendela yang muncul, pilih file template kita. Lalu klik Open
  6. Centang checbox Automatically update document style, klik OK
  7. Maka format teks pada dokumen kita akan berubah mengikuti template.
  8. Selesai.
  9. Fitur Lain
  10. Screen Capture Tools

Fungsinya mirip dengan print screen pada keyboard yang diembed dalam Ms Word sehingga lebih cepat. Caranya : Pada menu ribbon, pilih tab Insert, klik Screen shoot, dan pilih available window yang akan di print screen

Kita juga bisa live cropping layar yang kita print screen tersebut dengan cara memilih Screen Clipping

  1. Live Paste Preview

Fitur ini berfungsi untuk menampilkan preview secara langsung dari konten yang akan dipaste, yang mana secara umum ada tiga opsi paste yaitu:

 Keep Source Formatting – Konten yang dipaste akan tetap menggunakan format dari dokumen yang di copy.

 Merge Formatting – Konten yang dipaste akan menggunakan format dari dokumen tujuan.

 Keep Text Only – Konten yang dipaste hanya akan berupa plain teks tanpa gambar dan format

Caranya: copy konten yang berisi teks berformat dan gambar, kemudian pada menu Ribbon pilih Home > Paste, lalu pilih salah satu dari opsi paste. Ketika mouse kita arahkan ke salah satu dari ketiga opsi tersebut, maka pada area dokumen akan ditampilkan preview dari konten yang akan dipaste.

  1. Clipboard

Clipboard merupakan hasil copy atau cut suatu konten yang disimpan di memori. Word mempunyai fitur untuk mengelola clipboard tersebut sehingga ketika kita akan mempaste maka kita bias memilih konten clipboard mana yang akan dipaste.

Tab Home | Clipboard | Klik launcher