Perintah Allah kepada Malaikat Mauk untuk Nabi SAW – ini tertulis dalam kitab Durrotun Naasihin tentang perintah Allah dalam mencabut nyawa Rosulullah SAW kepada Malaikat Maut. Bila ada kesalahan penulisan atau literasi dalam artikel ini, mohon dimaklum karena mengaji kitab ini dalam Bahasa Jawa yang mungkin ada yang missing dari pemahaman saya. Silahkan dikolom komentar bila menurut anda ada kalimat yang salah, atau kurang enak dibaca. Terima kasih.

Rosulullah SAW sakit pada akhir bulan safar, dan beliau sakit selama 18 hari. Awal mula sakit Rasulullah SAW dikarenakan sakit kepala yang sangat. Beliau yang lahir hari Senin, dan wafatnya pun hari Senin karena sakit tersebut.

Baca juga: Ekonomi Islam

Maka Bilal bin Rabah adzan subuh, setelah itu Bilal berdiri di pintu rumah Rosulullah SAW, kemudian berkata Bilal, Assalamu’alaika Ya Rosulullah, maka kemudian Fatimah yang menjawab; sesungguhnya Rosulullah SAW sedang menyibukkan diri (merasakan sakitnya). Kemudian Bilal bin Rabbah Kembali ke masjid fan tidak memahami apa yang Fatimah bicarakan. Bilal bin Rabbah mendatangi Rosulullah SAW kedua kalinya dan berdiri didepan pintu rumah Rosulullah  SAW dan mengucapkan salam seperti biasa, akan tetapi kali ini Rosulullah SAW mendengar salam Bilal maka Rosul menyuruhnya untuk masuk, kata Rosul; ya Bilal sesungguhnya saya sedang sakit, ya Bilal perintahkan Abu Bakar untuk sholat menggantikan saya di masjid sebagai imam. Maka kelurlah Bilal dengan ekspresi menangis sambil meletakkan tangannya diatas kepala sambil berkata aduh ini musibah! Kemudian Bilal masuk kedalam masjid dan berkata kepada Abu bakar; sesungguhnya Rosulullah SAW menyuruhmu untuk sholat menjadi imam menggantikan Rosul karena beliau sedang sakit.

Suatu Ketika Abu bakar naik diatas mihrab yang biasa Rosulullah SAW naiki sambil merasakan kesepiannya tidak ada Nabi. Kemudian kaum muslimin ribut Abu Bakar menggantikan nabi dan nabi mendengar keributan itu. Rosul menegur Fatimah, hey Fatimah ada apa ini, dengan jeritan dan keributan? Maka Fatimah menjawab ini keributan kaum muslimin Ya Rosulullah. Rosul menyuruh Fatimah untuk memanggil Ali dan Fadl Bin Abbas dan menuntun Nabi keluar untuk ke masjid dan sholat 2 rakaat di hari Senin. Setelah sholat, Rosul menengok wajah-wajah kaum muslim dan berpesan; hey kaum muslimin, kalian berpegang teguhlah dengan ketakwaan dan ketaatan kalian kepada Allah SWT karena hari ini hari pertama beliau di akhirat dan hari terakhir di dunia. Lalu rosul berdiri dan pulang kerumah.

Baca juga: Metode Ampuh Melatih Keahlian Bahasa Inggris

Allah mengutus Malaikat Maut untuk turun menemui kekasihku dengan wujud rupa yang bagus dan mencabut nyawa rosulullah SAW dengan lembut. Jika beliau (Rosulullah SAW)  mengizinkan untuk masuk, maka masuklah, bila tidak diizinkan masuk, maka Kembali wujud dengan wujud rupa bangsa Arab, lalu ucapkan salam Assalamu’alaika Ya ahli nubuwwah, apakah saya boleh masuk? Fatimah menjawab dan berkata sesungguhnya Rosulullah SAW sedang sakit. Kemudian kedua kalinya malaikat maut Kembali ke rumah Rosul dan mengucapkan salam Assalamu’alaika Ya Rosulullah, apakah saya boleh masuk? Maka Rosul mendengar salam malaikat maut. Rosul memanggil Fatimah, hey Faimah siapakah yang ada di pintu itu/ Fatimah menjawab ada seorang laki-laki bangsa Arab, dan saya mengatakan Rosul sedang sakit. Ketiga kalinya malaikat maut mengucapkan salam, seketika itu kulit merinding, dan takut hatinya, dan Rosul gemetar setiap sendi-sendi dan berubah wajahnya, maka Rosul berkata kepada Fatimah, apakah kamu tidak tahu siapa dia Fatimah? Fatimah menjawab tidak ya abi. Rosulullah menjawab, dia malaikat maur yang merusak segala kenikmatan yang enak-enak, dan memutus syahwat dan memisahkan dengan jamaah dan mengosongkan rumah dan meramaikan kuburan. Fatimah menangis dengan tangisan yang sangat dan berkata aku melihat kematian Khotimil Anbiya. Aduh ini musibah dengan kematian orang yang takwa. Maka akan kosong dalam setiap ucapan beliau, dan tidak mendengar salam beliau, maka Rosulullah SAW berkata jangan menangis.

Kisah ini belum selesai dan akan disampaikan di artikel-artikel berikutnya yah. Sekian dari kisah dalam artikel ini, kedepan bisa dilanjutkan di postingan artikel yang lain dari kelanjutan kisah ini. Terima kasih.

Baca juga: Cerita Anak Pesantren yang Menyedihkan