Lingkup materi yang diujikan pada Ujian Nasional (UN) pada tahun 2019 untuk jenjang SMK meliputi fungsi sosial, struktur teks dan unsur kebahasaan. Soal-soal ujian berada pada level pengetahuan dan pemahaman (L1), level aplikasi (L2), dan level penalaran (L3). Adapun jenis teks teks lisan dan tertulis yang diujikan melingkupi: teks Interaksi transaksional/interpersonal tertulis (a.l. memuji, menawarkan, menyarankan), teks fungsional pendek (a.l. announcement, notice, label), dan teks-teks genre descriptive, recount, procedure, serta report. 

Berdasarkan kajian terhadap hasil analisis UN Bahasa Inggris SMK tahun 2019, ditemukan bahwa secara umum siswa masih kesulitan untuk menemukan jawaban yang membutuhkan penalaran atau tersirat pada teks. Dalam materi Fungsi Sosial yaitu menentukan topik sebuah wacana, siswa cukup berhasil (hampir separuh siswa menjawab benar) ketika topik sudah tertulis atau tersurat dalam wacana (contoh soal nomor 5). Namun hasil ini langsung menurun hingga tak mencapai sepertiga siswa yang menjawab benar ketika topik dalam wacana bersifat tersirat (contoh soal nomor 1). Sama halnya dengan soal yang mengukur materi Struktur Teks yaitu mencari rincian deskripsi, siswa mengalami kesulitan ketika dituntut untuk menggunakan penalaran untuk mencari jawaban rincian yang ada dalam teks.

Untuk soal yang membutuhkan kemampuan untuk membuat simpulan atau making inference siswa masih mengalami kesulitan yang terlihat dari tidak sampai 20% siswa menjawab benar (contoh soal nomor 4). Tak jauh beda dengan soal yang meminta siswa untuk mencari rincian deskripsi secara tersirat dalam teks, siswa juga mengalami kesulitan meski masih lebih baik dari making inference yaitu hamper 30% siswa menjawab benar (contoh soal nomor 2).

Namun pada materi Unsur Kebahasaan yaitu mencari persamaan kata, soal yang membutuhkan siswa menggunakan konteks dalam teks untuk mencari persamaan kata yang tepat mencapai hasil yang cukup baik yaitu hamper mencapai setengah dari siswa menjawab benar (contoh soal nomor 6). Sedangkan untuk soal yang tidak membutuhkan konteks dan hanya mencari sinonim yang tepat, hasilnya relative mirip yaitu lebih dari sepertiga siswa menjawab dengan benar (contoh soal nomor 3).

Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam membaca dan memahami sebuah wacana dengan mengidentifikasi topik, rincian deskripsi dan making inferences (menyimpulkan isi wacana) yang tersirat masih rendah. Hal ini perlu ditingkatkan dengan meningkatkan praktek dalam melatih dan membiasakan siswa mengidentifikasi informasi-informasi tersirat dan menyimpulkan isi wacana tersirat dari sebuah wacana. Hal ini juga harus didukung dengan penguatan terhadap pemahaman kosa kata Bahasa Inggris siswa. Pemahaman kosa kata yang baik akan memudahkan dan membantu siswa dalam memahami wacana.

Lebih jauh, hasil kajian analisis soal tentang salah satu materi unsur kebahasaan yaitu persamaan kata menunjukkan bahwa secara umum siswa cukup mampu memahami persamaan kata dalam Bahasa Inggris. Namun, jumla persentasi yang tidak terlalu tinggi menunjukkan bahwa tetap perlu ditingkatkan materi dan pelatihan tentang pemahaman kosa kata Bahasa Inggris untuk siswa. Selain arti dan makna kata, siswa perlu juga dibekali dengan penggunaan medan makna sebuah kata, karena kata yang memiliki arti sama belum tentu dapat digunakan bergantian karena dipengaruhi oleh medan makna (kolokasi) dan konteks. Selanjutnya, untuk dapat menemukan makna kata sesuai konteks, siswa perlu memiliki pengetahuan kosakata yang memadai dan/atau terbiasa memanfaatkan konteks untuk menebak makna kata. Kesulitan siswa tersebut disebabkan oleh terbatasnya pengetahuan kosakata mereka.

Sehubungan dengan temuan di atas, pembelajaran Bahasa Inggris perlu menerapkan teknik yang lebih efektif untuk memfasilitasi siswa memperloleh pengetahuan kosakata, tata bahasa dan struktur teks yang memadai dan mencapai keterampilan making inferences, mengidentifikasi makna kosakata sesuai konteks. Misalnya, dengan menugaskan siswa untuk mendiskusikan sebuah wacana secara berkelompok. Dari hasil kegiatan diskusi tersebut, siswa mampu mengemukakan pendapatnya atau gagasannya berdasarkan isi wacana tersebut. Namun, siswa perlu terlebih dahulu dilatih untuk mengidentifikasi kata-kata kunci dalam sebuah wacana yang bisa dijadikan acuan untuk menemukan informasi/makna tersirat. Untuk melatih kompetensi siswa dalam menemukan informasi tersirat dari sebuah wacana, salah satunya dapat dengan membuat jenis soal menjodohkan dan tidak membatasi pada satu kemungkinan jawaban. Sebuah wacana dapat terdiri atas lebih dari satu kemungkinan makna.

Untuk meningkatkan kompetensi pengetahuan siswa dalam menggunakan kosakata sesuai konteks dapat dilakukan dengan menugaskan siswa menulis teks baik berupa teks essai maupun naratif sesuai dengan topik yang diminati siswa. Selain mampu meningkatkan pengetahuan dan penggunaan kosakata yang tepat, siswa juga mampu menggunakan pilihan-pilihan kata sambung yang tepat untuk membangun sebuah teks yang utuh. Produk tulisan siswa ini dapat digunakan sebagai penilaian untuk mengukur capaian kompetensi tersebut.

 Contoh Soal

Topik Tersirat

Soal 1.

Read this text and answer the question!

Borobudur Temple

Borobudur is a Hindu-Buddhist temple. It was built in the ninth century under Syailendra Dynasty of Ancient Mataram Kingdom. Borobudur is located in Magelang, Central Java, Indonesia.

Borobudur is well-known all over the world. Its construction is influenced by the Gupta architecture of India. The temple is constructed on a hill, 46 m high, and consist of eight steps like stone terrace. The first five terraces are square and surrounded by walls adorned with Buddhist sculpture in bas-relief. The upper three are circular. Each of them is a circle of bell shape-stupa. The entire structure is crowned by a large stupa at the center of the top circle. The way to the summit extends through some 4.8 KM of passage and stairways. The design of Borobudur which symbolizes the structure of universe influences temples at Angkor, Cambodia.

Borobudur temple which is rededicated as an Indonesian monument in 1983 is a valuable treasure for Indonesian people.

What is the text about?

  1. A city of tourism.
  2. A historical building.
  3. An old Indonesian kingdom.
  4. An Indonesian highest monument.

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:

Soal diatas menguji kemampuan siswa dalam mengidentifikasi topik dari sebuah teks yang tersirat. Soal termasuk pada level penalaran. Topik biasanya bisa ditemukan pada judul teks atau tercermin pada kalimat pertama atau kalimat terakhir di setiap paragraf. Namun, untuk menyimpulkan topik yang tepat dari wacana di atas siswa perlu memahami isi wacana secara keseluruhan mulai dari menemukan hubungan antara kalimat utama dan kalimat penjelas pada setiap paragraf dan hubungan gagasan utama antar paragraf. Oleh karena itu, soal ini menuntut kemampuan siswa dalam menganalisis isi pada setiap paragraf dan mencari hubungannya. Berdasarkan wacana di atas, gagasan utama pada paragraf pertama adalah sejarah dibangunnya Candi Borobudur pada masa Dinasti Syailendra. Sementara itu, gagasan utama paragraf kedua adalah arsitektur Candi Borobudur dan gagasan utama paragraf ketiga adalah Candi Borobudur diresmikan sebagai monumen, peninggalan sejarah untuk Bangsa Indonesia. Selanjutnya siswa dapat menyimpulkan topik wacana diatas adalah tentang Bangunan Sejarah di Indonesia. Sehingga kunci jawaban soal diatas adalah B. A historical building.

Untuk soal ini hanya terdapat 27% siswa yang dapat menjawab benar. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyimpulkan topik tersirat dari sebuah wacana masih rendah.  (Oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)